candi bajang ratu

Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu sendiri sebenarnya berbentuk sebuah gapura yang berada di desa Temon, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.Candi ini sendiri adalah peninggalan dari masa pemerintahan kerajaan Majapahit. Meski letaknya cukup jauh dari pusat kanal perairan Majapahit di sebelah timur namun masih tetap terkontrol oleh pusat karena ada kanal melintang di depan candi yang langsung menuju bagian tengah sistem kanal Majapahit.

Menurut para ilmuwan, candi ini dibangun pada abad ke 14 dan merupakan salah satu gapura besar di jaman kejayaan kerajaan Majapahit.Diyakini bahwa candi ini berfungsi sebagai pintu masuk ke bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara. Wafatnya sang raja ini disebut sebagai ‘kembali ke dunia wisnu’ oleh kitab Negarakertagama. Hal ini diperkuat dengan adanya relief Sri Tanjung dan sayap gapura yang melambangkan pelepasan untuk orang meninggal.

Budaya pelepasan untuk orang meninggal atau melayat ini hingga sekarang masih dipegang teguh oleh masyarakat di daerah Trowulan, Mojokerto. Hingga kini, jika ingin melayat orang meninggal  maka harus melalui pintu belakang. Nama candi bajang ratu sendiri ternyata memiliki runtutan sejarah dibaliknya.Bajang ratu sendiri dalam bahasa Jawa berarti raja atau bangsawan kerdil atau cacat.Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Raja Jayanegara yang pernah terjatuh saat kecil ketika bermain di sekitar lokasi candi.

Saat dinobatkan menjadi raja beliau juga masih sangat muda.Kisah raja ini juga cukup tragis karena masa pemerintahannya sangatlah singkat.Hal ini dikarenakan banyaknya pemberontakan di dalam negeri Majapahit sendiri. Pada akhirnya, sang raja sendiri tewas di tangan tabib kerajaannya sendiri. Sang raja yang juga berjuluk Kalagemet itu akhirnya tewas di tangan tabib yang bernama Tanca.

Struktur Candi Bajang Ratu

Candi ini memiliki 3 bagian yaitu kaki, tubuh dan atap.Di bagian tembok candi terdapat semacam sayap. Untuk bagian kaki, panjangnya adalah 2,48 m. Sementara itu, bagian kaki candi memiliki struktur bingkai kaki bawah, badan kaki dan bingkai atas. Di bagian kaki candi ada relief sederhana yang mengisahkan tentang ”Sri Tanjung”.Bagian atas tubuh candi di sekitar ambang memiliki relief hiasan berbentuk kala dengan relief hias berupa sulur-suluran.Hal yang berbeda terlihat di bagian atap candi karena memiliki relief yang relatif rumit berupa kepala kala yang diapit oleh singa. Tidak hanya itu, ada juga ukiran lain berupa relief matahari, naga berkaki, kepala garuda dan relief bermata satu atau monocle Cyclops.

Harga Tiket Masuk

Pengunjung di candi Bajang Ratu tidak dikenakan tarif tiket resmi melainkan hanya biaya seadanya setelah mengisi daftar hadir yang terletak di pos pendaftaran.Biaya parkir di lokasi ini sendiri adalah 2 ribu rupiah.

Rute menuju candi

Agar bisa mencapai lokasi candi, kita harus melakukan perjalanan sejauh 200 m dari jalan raya Mojokerto – Jombang.Teruskan perjalanan hingga mencapai perempatan Dukuh Nglikuk.Sesampainya di perempatan, ambil arah timur sejauh lebih kurang 3 km di daerah dukuh kraton, desa temon, Trowulan. Jika memulai perjalanan dari area kolam segaran yang berada di komplek museum Mojopahit maka tinggal mencari perempatan sekitar 500 m dari museum Mojopahit. Perempatan ini sendiri terletak sebelum pendopo agung Mojopahit baru belok ke  kiri sekitar 700 m. Lokasi candi ini berada di sebelah kiri jalan.

Jika menggunakan kendaraan umum berupa bis maka bisa turun di perempatan trowulan lalu beralih ke ojek ataupun becak motor. Sebaiknya tidak menggunakan kereta api karena angkutan di sekitar stasiun untuk menuju lokasi candi sangat jarang ditemui. Hindari sampai di terminal Mojokerto lebih dari jam 5 sore karena angkot bisa dipastikan sudah tidak ada. Jika sampai di area terminal lebih dari jam 5 maka bisa menggunakan ojek untuk menuju candi.

Lokasi Wisata Sekitar Candi

Balai pelestarian peninggalan purbakala Mojokerto

Disini kita akan bisa belajar banyak mengenai sejarah karena ada berbagai macam benda purbakala mulai lempengan besi tipis yang bertuliskan mantra ataupun arca. Lokasi wisata sejarah ini berada di Jl. Mojopahit no 141-143 Trowulan.

Situs kedaton Mojokerto

Situs kedaton adalah kompleks sisa-sisa candi Kedaton yang dibuat dari batu bata merah.Candi ini diperkirakan dibangun pada masa kerajaan Majapahit di abad ke 13.Selain melihat candi juga bisa melihat sumur upas, pendopo kuno dan galian purbakala yang diyakini sebagai tempat tinggal penduduk di masa itu.Obyek wisata ini sendiri terletak di dusun kedaton, desa sentonorejo, trowulan, Mojokerto.

Makam Troloyo

Situs makam ini selain digunakan sebagai wisata sejarah juga sebagai wisata religi.Makam ini sendiri dipercaya sebagai makam dari kakek Sunan Ampel yang bernama Sayyid Muhammad Jumadil Qubro. Pada batu nisan yang bisa ditemukan disana, angka kelahiran beliau adalah tahun 1350 sampai dengan tahun 1478. Menurut batu nisan ini jugalah maka beliau diyakini hidup di masa pemerintahan kerajaan Majapahit. Beliau sendiri adalah alim ulama yang sangat berperan dalam penyebaran agama Islam di masa Hindu-Budha masih banyak dianut oleh masyarakat.Komplek makam ini buka selama 24 jam dengan tiket masuk seharga 5 ribu rupiah.

Candi Brahu

Nama candi ini berasal dari kata wanaru atau warahu sesuai dengan prasasti alasantan yang ditemukan tidak jauh dari candi Brahu. Fungsi candi tertulis pada prasasti Empu Sendok yang terbuat pada 9 september 939 atau 861 saka.  Dahulu, candi ini berfungsi sebagai tempat pembakaran raja-raja.

Jessica Inggriani
Latest posts by Jessica Inggriani (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *