candi hambalang

Candi Hambalang

Candi Hambalang memang bukanlah seperti konsep candi pada umumnya yang ada di seantero Indonesia.Istilah candi ini sendiri digunakan untuk merujuk pada kondisi kompleks Hambalang yang terbengkalai dan tertinggalkan layaknya candi.Kompleks olahraga ini sendiri adalah salah satu kasus korupsi yang kontroversial dan bernilai fantastis. Bagaimana tidak, 2,5 trilliun adalah anggaran yang dikucurkan untuk sedianya membangun mega proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di desa Hambalang, Bogor.

Meski proyek ini bernilai trilyunan tapi kondisinya di masa kini benar-benar sangat memprihatinkan.Bangunan yang sebagian sudah berdiri ini menjadi rusak di sana-sini.Tidak hanya itu, ilalang setinggi 2 sampai dengan 3 meter tampak mengelilingi sekitar kompleks hambalang.Di kompleks yang sangat luas ini ada beragam bahan bangunan yang berkarat, tembok yang belum sempat terlapis semen hingga tumbuhan lumut dimana-mana.

Kesan terbengkalai terlihat jelas dari hamparan bangunan-bangunan terlantar. Bahkan ada beberapa ruangan yang sudah dilengkapi kaca dengan begitu banyak air conditioner dan wc duduk yang dibiarkan tergeletak begitu saja. Tidak hanya itu, scaffolding juga terlihat masih terpasang di beberapa bangunan yang tinggi. Kompleks terbengkalai yang sebetulnya digadang-gadang sebagai pusat pendidikan dan pelatihan olahraga nasional ini berlokasi di sekitar bukit Sentul atau setengah jam dari Jakarta.

Jika kita keluar dari pintu tol Sentul Selatan maka setidaknya lokasi kompleks hambalang ini berjarak sekitar 5 km. Begitu sampai maka kita akan melihat hamparan perbukitan yang penuh dengan jalan aspal penuh dengan lubang di sana-sini. Sebenarnya, kompleks hambalang sendiri masih memancarkan kemegahan dengan adanya sekitar 25 bangunan terbengkalai di dalamnya. Proyek ini sendiri sebenarnya dimulai sejak 10 Desember 2010 dan direncanakan untuk selesai pada 31 Desember 2012 dibawah pengawasan pelaksana proyek PT. Adhi Karya Tbk dan Wijaya Karya Tbk.

Begitu memasuki komplek hambalang maka kita harus melewati medan jalan yang menanjak khas perbukitan sebelum melihat kompleks olahraga di lahan seluas 32 hektar. Sayangnya, kita akan langsung disambut oleh pemandangan gedung olahraga serbaguna yang mangkrak bahkan setelah proses pembangunannya telah selesai sekitar 50 persen. Air hujan yang tergenang juga banyak terlihat di lantai-lantai gedung.Belum lagi hamparan pipa dan kolom besi yang dibiarkan berserakan begitu saja.

Meski tidak semua bangunan ini terbengkalai namun ternyata ada sebagian bangunan yang bahkan sudah selesai sampai dengan 90 persen.Salah satu contohnya adalah asrama senior putra dan putri serta sekolah menengah pertama untuk para atlet yang bahkan sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan di sisi luar bangunan.Pos keamanan dan masjid juga sudah siap untuk digunakan.Jika dihitung prosentasi keseluruhannya maka sebagian dari 25 bangunan yang ada sudah rampung sekitar 75 persen.Sayangnya, sebagian akses jalan tertutup ilalang tinggi dan kabel serta tiang lampu yang melintang di jalan.

Isu yang santer terdengar adalah kondisi tanah yang tidak stabil.Hal ini dikarenakan adanya longsor di lokasi pada tahun 2011.Meski demikian, menurut salah satu warga yang juga bekerja sebagai petugas keamanan bahwa longsor ini dikarenakan kondisi tanah urukan yang keras langsung dijadikan sebagai tempat mendirikan bangunan genset.Hal ini membuat presiden Jokowi melakukan pengkajian ulang untuk meneruskan atau tidak mega proyek yang sempat terhenti ini.

Aktivitas di Lokasi ‘Candi Hambalang’

Tidak semua orang bisa keluar masuk dari lokasi proyek hambalang karena dibutuhkan izin dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.Hanya beberapa warga sekitar yang memiliki atau menggarap kebun di sekitar kompleks yang diijinkan untuk masuk.Selain itu, para pejabat atau wartawan saja yang bisa meminta ijin masuk.Pelarangan ini dilakukan karena adanya hewan liar yang terlihat hidup di semak belukar yang menutupi kompleks.Bangunan yang sangat luas ini sayangnya hanya dijaga oleh 4 orang petugas keamanan.

Akses Jalan menuju ‘Candi Hambalang’


Akses jalan untuk bisa menjangkau area kompleks ini terlihat menyedihkan karena berlubang disana-sini. Terhitung ada sekitar ratusan lubang, jalan bergelombang dan 19 titik jalan yang ambles. Sebenarnya, lokasinya sangat mudah dijangkau karena hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari pintu tol Sentul.Sayangnya, jalan menuju lokasi sangat berliku, menanjak, sempit dan juga retak.

Kondisi terkini proyek Hambalang

Power house yang menjadi tempat penyimpanan genset listrik ambles sementara pondasi bangunannya miring dan berantakan. Pondasi bangunan bulu tangkis juga tidak kalah menyedihkan.Untuk menyelesaikan masalah kondisi yang memprihatinkan ini maka solusi yang bisa ditempuh adalah membuat rekonstruksi di lokasi baru atau dibiarkan saja.Menurut perhitungan pihak pengembang dan pengawas proyek maka sekitar 47 persen dari keseluruhan bangunan telah selesai dibangun.

Terbengkalainya megaproyek ini tidak lepas dari isu korupsi yang terjadi.Bahkan sekitar 50 orang diduga terlibat hingga diperiksa oleh pihak KPK.Faktanya, Menpora Andi Malarangeng dan sejumlah petinggi parpol juga diperiksa oleh KPK.Dugaan korupsi ini dicetuskan mantan bendahara PD Nazaruddin yang ikut diperiksa oleh KPK.

Obyek Wisata di sekitar proyek Hambalang

Seputaran area bukit sentul dan kompleks hambalang sendiri cenderung didominasi oleh villa-villa.Salah satu yang terkenal adalah Villa Aman D’sini. Villa ini tidak hanya memiliki nama yang unik tapi juga memiliki restoran dengan arsitektur dekorasi yang bergaya romantis khas pegunungan pancar. Untuk memasuki lokasi ini maka setiap pengunjung akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 50. 000 yang juga bisa ditukar dengan berbagai pilihan makanan ataupun minuman ringan.

Villa bukit hambalang

Lokasi ini biasanya digunakan sebagai tempat outbound ataupun berkemah.Obyek wisata ini juga memiliki program pembelajaran berkebun jagung dan buah di sekitar area villa.

Jessica Inggriani
Latest posts by Jessica Inggriani (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *