candi ngawen

Candi Ngawen

Candi Ngawen di Magelang cukup mudah untuk dijangkau mengingat letaknya yang tidak jauh dari pasar Muntilan.Awalnya, candi ini ditemukan oleh pihak Belanda.Akhirnya, pemerintahan Belanda memprakarsai pemugaran di tahun 1922.Sejarah candi Ngawen dimulai pada abad 8 saat candi dibangun di masa dinasti Syailendra yang menganut agama Budha dan dinasti Rakai Pikatan yang beragama Hindu.Candi ini dibangun di masa dua dinasti yang berbeda sehingga dijuluki sebagai candi Peralihan.

Candi ini adalah candi Budha meski memiliki bentuk bangunan yang mirip dengan candi Hindu.Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya stupa dan teras berundak yang merupakan simbol khas candi Budha. Fungsi candi ini antara lain adalah sebagai tempat peribadatan meski dalam frekwensi yang cukup jarang. Kompleks candi ini sendiri terdiri atas 5 bangunan candi dengan letak yang berjajar. Bangunan ini antara lain 2 candi induk dan 3 candi apit.

Candi induk adalah candi utama sedangkan candi apit adalah sebagai candi pendamping.Keberadaan candi ini tertulis dalam prasasti Karang Tengah yang menyebutkan bahwa candi ini dibangun pada 824 masehi.Di dalam prasasti, candi ini disebut dengan Venuvana yang dalam bahasa Sansekerta berarti hutan bambu. Proses penemuan candi ini tidak lepas dari campur tangan dari Brandes Van Erp yang merupakan tokoh restorasi Borobudur I. Akhirnya, Van Erp menemukan struktur bangunan yang diduga sebagai candi pada tahun 1911. Para ahli sejarah meyakini bahwa candi ini dulunya hancur karena letusan gunung Merapi.

Pemikiran tentang candi yang terbenam akibat letusan Merapi ini didasari oleh kondisi candi yang tertutup pasir setebal 2 meter saat pertama kali ditemukan.Dua candi diantara 5 candi Ngawen memiliki arca berupa singa jantan di keempat sudut bangunannya.Di candi utamanya, ada patung Budha dengan sikap duduk Ratna Sambawa atau Dyani Budha Ratna Sambawa yang sayangnya kini sudah tanpa kepala.Posisi tangan patung ini adalah Bumi Sparca Mudra untuk memanggil dewi bumi untuk mengusir mara bahaya saat Sidharta bertapa di bawah pohon bodi.

Candi Ngawen juga kaya akan relief ukiran yang indah antara lain relief Kinara Kinari yang berupa makhluk khayangan dengan wujud setengah manusia dan setengah burung. Di khayangan sendiri, dua mahkluk ini memiliki tugas untuk menjaga kalpataru dan pertunjukan.Candi ini sangat unik karena tidak sesuai dengan ciri khas candi Budha pada umumnya. Penemuan arca singa yang menopang 4 bangunan sisi candi misalnya diperkirakan sebagai saluran air yang akhirnya akan keluar melalui mulut arca. Keberadaan arca singa di candi ini sendiri sulit untuk ditemukan di bangunan candi Jawa pada umumnya kecuali di kuil wilayah Mathura, India.

Rute menuju candi Ngawen

Jika kita memulai perjalanan menuju candi dari daerah Yogyakarta maka bisa mengambil arah SMPN 1 atau ‘tape ketan’. Saat memasuki kota Muntilan atau setelah melewati Jembatan Sungai Blongkeng tinggal berbelok ke arah kiri. Setelah itu, kita tinggal mengikuti rute jalan ke Gunungpring dan mencari petunjuk ke candi Ngawen dengan jarak tempuh sejauh 2,5 km. Alternatif rute lainnya adalah dari arah Yogyakarta terus berjalan sampai ke tengah kota atau Tugu Besi baru belok ke kiri. Sesampainya di tempat ini sekitar 1 km ke arah Selatan baru sampai ke dusun Ngawen.

Bila menggunakan transportasi umum maka bisa menaiki bus dengan jurusan Jogja-Semarang lalu turun di Pasar Muntilan.Dari pasar ini kemudian baru melanjutkan perjalanan dengan menaiki ojek atau delman ke lokasi candi dengan mengeluarkan biaya sebesar 5 sampai dengan 10 ribu untuk sekali jalan.Agar lebih mudah maka sebaiknya kita meminta kepada pengemudi ojek atau dokar untuk menunggu kita. Cukup siapkan ongkos lebih sebagai ganti biaya menunggu agar kita bisa dengan mudah untuk kembali ke kota Muntilan. Jika ingin berhemat maka kita bisa berjalan kaki dari pasar Muntilan ke candi Ngawen meski jarak yang ditempuh cukup jauh yaitu sekitar 12 sampai dengan 15 km.

Jam Operasional dan Biaya Masuk ke Area Candi Ngawen

Candi Ngawen dibuka setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai dengan 4.30 sore.Untuk tiket masuknya sendiri tidak dipungut biaya alias gratis.

Lokasi wisata sekitar

Candi Borobudur

Candi yang termashyur ini terletak di desa Borobudur, kecamatan Borobudur.Disini kita bisa menyaksikan kemegahan ratusan arca dan stupa bukti kejayaan masa lalu.

Candi mendut

Candi ini berlokasi di desa mendut, kec mungkid.Candi ini hanya berlokasi sekitar 3 km dari candi Borobudur dengan bentuk limas dan dihiasi beberapa stupa kecil di bagian atasnya.

Candi pawon

Candi ini memang berukuran relatif kecil namun menyajikan pemandangan yang sangat indah khas perbukitan Menoreh.

Ketep pass

Berada di ketinggian 1200 mdpl, lokasi wisata yang satu ini sangat indah karena berada di puncaknya membuat kita bisa dengan leluasa menikmati pemandangan gunung merapi, merbabu, sumbing, sindoro dan juga menorah.

Jessica Inggriani
Latest posts by Jessica Inggriani (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *