candi sari

Candi Sari

Candi Sari adalah candi Budha yang memiliki bentuk berbeda dengan candi-candi lainnya di Yogyakarta.Bangunan candi ini malah lebih mirip rumah bertingkat karena dilengkapi dengan adanya lubang pintu dan juga jendela.Tidak hanya itu, candi ini juga memiliki beragam relief pahatan dan arca yang sangat indah. Terletak di desa Bendan, candi ini memiliki 3 ruang yang berjajar dengan ukuran 3,48 x 5,89 meter. Setiap ruangan ini dihubungkan dengan pintu dan jendela sehingga akan terlihat layaknya sebuah kastil.

Banguan candi Sari yang berbeda ini dikarenakan candi ini dulunya difungsikan sebagai asrama bagi para bikhu Budha. Secara detil, candi ini bertingkat dengan dinding menonjol dan melintang mengelilingi bagian tengah candi. Di bagian luar ada relung yang menempel di bangunan candi.Relung-relung ini dulunya memiliki arca Budha di bagian dalamnya meskipun sekarang ini sudah tidak bisa ditemukan lagi.Tidak hanya berhiaskan relief yang indah, di ambang pintu dan jendela juga ada sepasang arca laki-laki dan wanita dengan posisi berdiri sambil memegang teratai.

Candi Sari memiliki 36 arca yang dibagi dalam beberapa area. 12 buah arca berlokasi di sisi bagian barat sementara 8 buah arca lainnya ditempatkan di sisi bagian depan atau timur. 8 arca lain yang tersisa berlokasi di sisi utara dan selatan. Relief pahatan yang ada di candi ini sangat beragam antara lain pahatan manusia burung yang biasa disebut dengan kinara dan kinari, sulura, kamuda dan kalamakara. Pembagian ruang dalam candi menunjukkan bahwa tempat ini dulunya adalah wihara atau asrama pendeta.

Untuk usia candi sendiri, candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke 8 Masehi sesuai dengan yang tertulis di prasasti Kalasan. Candi ini sepintas lalu memiliki kemiripan dengan candi Plaosan.Selama kurun waktu sejak penemuannya, candi ini telah mengalami pemugaran pada tahun 1929 dan baru selesai setelah 1 tahun kemudian. Tidak hanya sangat berguna bagi para pecinta sejarah, para pengunjung yang datang juga bisa berswafoto dengan latar belakang candi serta taman rerumputan hijau yang ada di sekelilingnya.

Untuk menikmati keindahan candi secara utuh maka kita bisa mencoba dua cara yaitu dengan berjalan kaki ataupun bersepeda. Bersepeda di candi ini juga bisa dengan mudah membawa kita untuk mengelilingi candi-candi lain yang letaknya berdekatan seperti candi Kalasan, candi Prambanan dan Plaosan.Tentunya hal ini sangat menyenangkan karena kita bisa menikmati pemandangan yang ada sembari berolahraga.

Lokasi dan Akses Menuju Candi Sari

Candi ini berlokasi di desa Bendan, kelurahan Tirtomani, kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Lebih tepatnya, candi ini berada sekitar 12 km arah timur dari pusat kota Yogyakarta. Bagi yang ingin menuju ke candi ini dengan menggunakan bus maka bisa menuju ke terminal Giwangan untuk memulai perjalanan. Setibanya di terminal Giwangan, kita tinggal mengambil bus dengan jurusan Yogya-Solo dari fly over Janti lalu turun di candi Kalasan. Setelah dari candi Kalasan, ambil arah utara sekitar 3 km. Lanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek dari area candi Kalasan.Ikuti petunjuk jalan yang ada agar bisa sampai dengan mudah ke lokasi candi Sari.

Harga Tiket dan Jam Buka

Harga tiket masuk untuk candi Sari ini dibagi menjadi dua yaitu harga tiket untuk pengunjung anak dan dewasa. Bagi pengunjung anak, tarif yang dikenakan adalah sebesar Rp. 1500 sementara pengunjung dewasa harus membayar sebesar Rp. 2000. Jam operasional candi sendiri adalah setiap hari mulai dari jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore.

Tempat Wisata di Sekitar Candi Sari

Candi Prambanan

Kompleks candi Prambanan terkenal akan keindahannya. Disini kita akan bisa menemukan relief berisi kisah cinta yang sangat ternama antara Rama dan Shinta. Selain menikmati keindahan candi, kita juga bisa mengunjungi Ramayana Ballet Theathre yang merupakan panggung pertunjukan sendratari dengan kisah Rama dan Shinta. Biasanya, pertunjukan ini akan digelar pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Candi Kalasan

Candi Budha ini merupakan yang tertua di daerah Yogyakarta.Bentuk bangunannya adalah bujur sangkar dengan atap yang unik.

Candi Plaosan

Candi ini kerap dijuluki candi kembar oleh penduduk sekitar. Dahulu, Rakai Pikatan yang beragama Hindu membangun candi ini untuk sang permaisuri bernama Pramodyawardhani yang beragama Budha. Adanya perbedaan agama inilah yang membuat candi memiliki gaya arsitektur unik dengan memadukan dua gaya bangunan yang berbeda. Hal ini juga bisa menjadi bukti bahwa peradaban jaman dahulu juga mengenal nilai toleransi dan cinta kasih.

Candi Sambisari

Candi ini awalnya terkubur jauh di dalam tanah akibat letusan gunung Merapi.Material vulkanik dari Merapi menutupi candi dan membuatnya hilang dari peradaban selama berabad-abad.

Jessica Inggriani
Latest posts by Jessica Inggriani (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *